Selamat Hari Buruh 01 Mei 2025 M
Hari Buruh Internasional (May Day) diperingati setiap tanggal 1 Mei, yang dilaksanakan untuk membela hak-hak kaum buruh atau pekerja. Hal tersebut selaras dengan salah satu misi agama Islam yang datang membawa pesan kesetaraan atau memberikan keadilan.
Di zaman jahiliyah masyarakat dapat dibedakan sesuai dengan derajat kekayaan atau nasab mereka masing-masing. Orang kaya dan bernasab tinggi kerap berlaku sewenang-wenang terhadap kaum yang berada di bawah mereka, seperti kepada para budak atau buruh.
Dalam perkembangannya, Nabi Muhammad SAW tidak datang hanya dengan membawa risalah agama. Dalam dakwahnya, Nabi selalu mengajarkan bagaimana orang-orang yang susah bisa hidup mapan dan sejahtera. Tidak terkecuali para buruh.
Bahkan, buruh adalah salah satu objek dakwah Nabi Muhammad SAW agar kehidupan mereka terjamin dan bebas dari akal-akalan pemilik modal kala itu. Nabi seolah-olah ingin mengatakan bahwa menjaga hak-hak para buruh agar tetap selalu terpenuhi adalah bagian dari misi diutusnya Nabi Muhammad SAW.
Sejarah dan Latar Belakang Adanya Hari Buruh
Dalam suatu hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Sahabat Anas, tentang kisah tiga orang yang terperangkap dalam gua. Tiga orang tersebut bertawasul (meminta pertolongan Allah) dengan amalnya masing-masing. Setelah dua orang selesai bertawasul, tibalah saatnya orang ketiga untuk bertawasul dengan amalnya. Saat itu si orang ketiga berkata:
“Ya Allah suatu hari saya mempekerjakan seseorang. Tiba-tiba ia meminta upahnya dan tak kunjung ku berikan hingga dia meninggalkan upahnya. Upah tersebut saya jadikan modal peternakan. Saat ternak itu sudah besar dan berkembang, si buruh ini datang meminta upahnya. Maka saya berikan semua peternakan itu tanpa saya sisakan sedikitpun karena itu adalah dari upahnya yang dulu. Padahal jika saya mau, saya bisa memberikan upah sejumlah upah yang seharusnya ia dapatkan dulu.
Kemudian orang ketiga inipun berkata: “Ya Allah, jika engkau tahu bahwa hal yang kulakukan untuk pekerjaku itu semata-mata untuk mengharap rahmat dan takut akan adzabmu, maka keluarkan lah kami dari gua ini”. Seketika mulut gua terbuka dan ketiga orang ini bisa keluar dengan selamat.
Kisah di atas seolah ingin memberikan pemahaman kepada kita bahwa berlaku baik terhadap seorang buruh /pekerja adalah salah satu amal yang cukup tinggi derajatnya di sisi Allah. Terbukti bahwa Allah mengabulkan permintaan si orang ketiga hanya karena perlakuannya yang baik terhadap buruh yang ia pekerjakan.
