pp_zahanain

PP. Zainul Hasanain Genggong

Kontak

Jl. KH. Hasan Saifourridzal Karangbong Pajarakan Probolinggo
zahanain00@gmail.com
085333922244

Follow Us

Kemasukan Air saat Mandi, Batalkah Puasanya?

Kemasukan Air saat Mandi, Batalkah Puasanya?

Pernah ngalamin nggak sih kemasukan air pas mandi? Ada yang pernah ya kan? Kalau pas lagi berpuasa, bukankah bikin batal ya? Mimin bahas dah secara terperinci bagaimana hukum kemasukan air saat berpuasa.

Sebagaimana  mengutip keterangan dalam kitab I’anatut Thalibin Karya Syekh Abi Bakar as-Syatha bahwa hukumnya diperinci sebagai berikut:

[البكري الدمياطي ,إعانة الطالبين على حل ألفاظ فتح المعين ,2/265]
(والحاصل) أن القاعدة عندهم أن ما سبق لجوفه من غير مأمور به، يفطر به، أو من مأمور به - ولو مندوبا - لم يفطر. ويستفاد من هذه القاعدة ثلاثة أقسام: الأول: يفطر مطلقا - بالغ أو لا - وهذا فيما إذا سبق الماء إلى جوفه في غير مطلوب كالرابعة، وكانغماس في الماء - لكراهته للصائم - وكغسل تبرد أو تنظف. الثاني: يفطر إن بالغ، وهذا فيما إذا سبقه الماء في نحو المضمضة المطلوبة في نحو الوضوء. الثالث: لا يفطر مطلقا، وإن بالغ، وهذا عند تنجس الفم لوجوب المبالغة في غسل النجاسة على الصائم وعلى غيره لينغسل كل ما في حد الظاهر.

Pertama, Membatalkan secara mutlak. Perincian ini berlaku dalam aktivitas yang tidak dianjurkan oleh syariat, seperti basuhan keempat dalam wudhu, mandi mubah (mandi dengan tujuan membersihkan atau menyegarkan badan) karena makruh bagi orang yang berpuasa mandi dengan tujuan menyegarkan atau membersihkan badan, dan mandi dengan cara menyelam. Kemasukan air saat menjalankan beberapa aktivitas tersebut dapat membatalkan puasa, meski dilakukannya dengan tidak berlebihan (tak aborcabbor, Madura red) dalam penggunaan air.

Kedua, Membatalkan jika melebih-lebihkan dalam penggunaan air. Hal ini berlaku dalam aktivitas semacam berkumur yang dianjurkan saat berwudhu, mandi wajib, mandi sunah dll yang dianjurkan oleh syari'at. Ketika air masuk ke dalam anggota batin saat melakukan aktivitas-aktivitas tersebut tidak dapat membatalkan puasa dengan syarat tidak melebih-lebihkan dalam menggerujug air. Bila dilakukan dengan cara yang melebih-lebihkan, misalkan membasuh dengan keras atau memenuhi air di dalam mulut secara berlebihan, maka dapat membatalkan puasa.

Ketiga, tidak membatalkan secara mutlak. Perincian ini berlaku ketika penggunaan air dimaksudkan untuk menghilangkan najis di bagian tubuh kita, semisal di dalam mulut atau sela-sela lubang hidung dan telinga. Dalam upaya menghilangkan najis tersebut, meski dilakukan dengan melebih-lebihkan saat menggerujug air, tidak dapat membatalkan puasa, sebab menghilangkan najis dari anggota zhahir, hukumnya wajib agar shalatnya sah.

Saran kami, mari tingkatkan kewaspadaan kita saat melakukan aktivitas yang bersentuhan dengan air, agar jangan sampai masuk kepada anggota batin. Rugi dong ya kan?, air cuma beberapa tetes saja, malah bikin puasanya batal. Kenyang kaga, bikin seger pun tidak. Atau jangan-jangan pahalanya juga hilang??

 

"Penyusun : Tim Redaksi Web Zahanain dan MUZ Zahanain"